saat ini kota yg sedang saya diami mengalami bermacam problem yg belom bisa diatasi, mulai dari banyaknya sampah di jalanan[ akibat tak ada budaya membuang sampah ke tempat semestinya] jalanan yg selalu macet, sampai pada terbatasnya ruang terbuka hijau. seharusnya hari ini harus ada solusi jitu dalam menanngani bermacam problem ini agar, masyarakat bandung jadi aman dan nyaman oleh kerana itu salah satu solusinya adalah menulis, dan saya akan menulis dengan tema ” BANDUNG YANG SAYA IMPIKAN” saat ini saya punya ide untuk mendirikan bank sampah di pasar2 tradisional se-kota bandung. tujuannya yaitu agar para pedagang yg ada di pasar tradisional tidak buang sampah sembarangan, dengan adanya bank sampah ini bisa memberikan informasi kepada para pedagang bahwa sampah pun bisa menghasilkan uang, namun dengan catatan sampahnya harus dipilah dan di pilih dulu, seperti sampah basah jangan dicampur dengan sampah kering, sampah organik di pisah dengan sampah non organik, dan sampah yg harus di berikan ke bank sampah juga harus dalam kondisi rapih alias harus di bungkus plastik, supaya bank sampah tinggal mengkalisifikasikan saja, [ kira2 bisa ngga yah berdirinya bank sampah di pasartradisional se-kota bandung] solusi yg ke-2 ialah mngurai kemacetan di kota bandung yg menurut saya tidak akan ada habisnya dan tidak akan bisa di urai kemacetan itu jika, kendaraan bertambah banyak, maka solusinya yaitu: mendirikan p.t jasa transportasi syariah, dengan hadirnya p.tj.t.s ini yg menurut imajinasi saya bisa mengurai kemacetan bahkan bisa mengurangi jumlah kendaraan yg punya asap di knalpotnya[ mobildan motor] untuk lebih jelas tentang program pt jts bisa di baca di blog saya yg berjudul p.t j.ts bisa mengatasi persoalan macet di kota-kota besar,, semog adengan adanya tulisan ini suatu saat nanti bandung yang saya impikan bisa benar-benar terwujud, amiin yaa robbal alamiin. by alex sang pemimpi di bandung 24-12-2011 pagi hari di warnet….
Oleh: solihulmujtahid | Desember 24, 2011
bandung yang saya impikan…
Ditulis dalam Uncategorized | Kaitkata: pasar tradisional